Welcome...!

Hulla ...!!!

Tidak ada postingan.
Tidak ada postingan.

ABOUT MY CLASS...

Kelas akhoh tuwch gokil abies .
Anagh-anagh.a araneh (sorry pke b.sunda) Hagz hagz hagz .
Tpi akhoh betah bgt bljr d.cna cz walaupun araraneh v mreka baraek n ramah lowch .
Nie name pglan mrka :
1. Akhnadia
2. Aldo
3. Iiipayy
4. Iiiyya or Aliya maknyoss
5. Diienz or Nini
6. Addhe
7. Ntha
8. Ecla..
9. Pai
10. Fahmi
11. Faisal
12. Ugiin
13. Niifah or Niimot
14. Hagz hagz hagz nie mah akhoh Jelita anu geulis tea
15. Umma
16. Luthfan or hyper
17. Maul..
18. Atthe
19. Black boy
20. Jibon
21. Bijil or Fahan
22. Billa or Bunda kost
23. Pajri
24. Nurul
25. Aldi or Dadut...
26. Sarah or Iiiyeey
27. Indah or Iin
28. Vicka or Mpiiy .

Akhoh n temendth" duduk d kelas 7 i nu d'best tea (hagz hagz hagz) Name kerajaannya adalah ABSTIICO .
Kerendth kandth name.a .


KISAH ROMAN ICIL 2 SEASON 1

Di suatu siang di sebuah sekolah bernama Akademi Idola Cilik 2, tepat saat jam istirahat dimana semua murid sibuk bermain dan jajan di kantin, dua orang gadis yang bersahabat dekat duduk di bangku taman sambil memperhatikan murid-murid lelaki yang sedang berpanas2 main basket di tengah lapangan. Salah seorang di antara murid laki2 itu, Cakka, sang kapten basket, tampak berkali2 melemparkan pandangan ke bangku taman yang diduduki dua cewek tadi, Oik dan Rahmi.
Awalnya Oik dan Rahmi tidak begitu peduli. Sampai akhirnya Oik yang agak risih karena merasa terus diawasi, mengungkapkan ketidaknyamanannya tersebut pada Rahmi. Sambil melirik ke Cakka, Oik pun berbisik pada Rahmi, “Dengarkan curhatku… tentang dirinya… betapa anehnya… tingkah lakunya…”. Rahmi pun tak bisa berbuat banyak, mengingat mereka hanya anak cewek yang nggak sepantasnya menanyakan keanehan sikap Cakka tersebut pada orang yang bersangkutan.
Oik pun berusaha berbaik sangka dengan menganggap sikap aneh Cakka yang terus memperhatikan dirinya dari kejauhan itu, adalah suatu bentuk keramahan yang selalu ditunjukkan Cakka pada semua teman2nya di Akademi Idola Cilik 2 ini. Namun ternyata nggak berhenti sampai disitu aja. Berkali2 Cakka tampak berusaha mencuri perhatian Oik dengan membuang bola ke arah Oik dan Rahmi, lalu meminta ijin pada teman2nya untuk mengambilkan bola itu. Setelah berada di depan Oik dan Rahmi, Cakka lantas melempar senyum manis pada Oik dan segera lari ke lapangan untuk kembali melanjutkan permainan. Oik dan Rahmi cuma bisa saling berpandangan heran.
Tapi karena Cakka melakukannya nggak cuma sekali dua kali, melainkan berkali2, akhirnya dengan segenap kecurigaan yang membuncah di dada, Oik pun memberanikan diri menghampiri Cakka di tengah lapangan. Semua anak cowok pada ngeliatin, tapi Oik nggak peduli. Setelah berada tepat di hadapan Cakka, Oik pun langsung blak-blakan ke Cakka, “Jujurlah padaku… jujurlah padaku… kau menyimpan rasa… kau menyimpan rasa… cinta… Nyatakan padaku… nyatakan padaku… perasaan itu… perasaan itu… cintaaa…” Telunjuk Oik berkali2 mampir ke dada Cakka.
Cakka yang kaget melihat keberanian Oik, hanya bisa tersenyum malu dengan pipi yang bersemu merah jambu. Cakka nggak bisa berkata2 apa2 lagi, karena ternyata isi hatinya udah terlanjur ketahuan. Cakka cuman bisa menatap dalam ke mata Oik. Tiba2 Irsyad menghampiri mereka berdua, hendak mengajak untuk melanjutkan permainan yang sempat terhenti. Sebelum sempat Irsyad mengutarakan maksud dan tujuannya, Cakka malah membisikkan sesuatu ke telinga Irsyad, “Dengarkan curhatku… tentang dirinya… betapa manisnya… senyum bibirnya…”
Irsyad cuman bengong dibisikin gitu sama Cakka, terus dia balik ngebisikin Cakka, “Dia nggak lagi senyum. Tapi cemberut!” Tapi Cakka nggak peduli. Cakka malah senyam-senyum mulu dipelototin sama Oik. Oik juga tetap bertahan menunggu kejujuran Cakka. Tiba2 seorang murid teladan nan kalem, Obiet, datang ke tengah2 mereka berdua. Dengan buku2 tebal yang baru diangkutnya dari perpus, Obiet pun memberi sedikit wejangan pada Oik dan Cakka yang terlihat berseteru di tengah lapangan, “Engkau masih anak sekolah… belom pubertas… belom tepat waktu tuk begitu begini… anak sekolah… datang kembali… dua atau tiga tahun lagiiiii…”
Oik pun akhirnya memilih mengalah dari ‘perseteruan’ dengan Cakka. Namun belum sempat kakinya berbalik arah, Cakka bikin ulah lagi. Kali ini kayaknya sengaja nyindir2 Oik deh… Sambil menggendong bola basket di lengan kirinya, Cakka mengeraskan volume suaranya, “Oh.. tiada yang hebat dan mempesona ketika kau lewat... di hadapanku.. biasa saja. Waktu perkenalan.. lewatlah sudah.. ada yang menarik.. pancaran diri.. terus menganggu. Mendengar cerita sehari2... yang wajar tapi tetap mengasyikkan..”
Hati Oik sedikit berdesir gemanaaaa geto! waktu si Cakka bilang gitu… Oik nggak mungkin ngebohongin perasaan sendiri. Setelah berkali2 menelan ludah dan menatap Cakka sekilas, Oik pun membalas sindiran Cakka, “Saat kau berjalan.. di muka rumahku.. penuh gaya. Tersingkap pandanganku.. hingga ku terpesona. Siapakan dirimu.. hatiku ingin tahu.. segeraa… Hati yang berbunga pada pandangan pertama.. Oh Tuhan tolonglah.. aku cinta dia… Dimanakah rumahmu.. siapakah namamu.. sebutkanlah. Kuingin berkenalan.. terimalah salamku. Gayamu dan wajahmu terbawa dalam mimpi.. diriku.. dimabuk asmara… Hati yang berbunga pada pandangan pertama.. Oh Tuhan tolonglah.. aku cinta.. aku cinta diaa..”
Cakka jadi sumringah waktu tahu kalo Oik ternyata punya perasaan yang sama. Dengan sedikit malu2, akhirnya mereka sama2 mengulurkan tangan untuk berjabatan tangan. “Cakka.” Kata Cakka singkat. Oik tersenyum manis sambil membalas jabat tangan Cakka, “Oik.”
Lalu Oik pun kembali ke bangku taman dan berbincang dengan Rahmi. Namun disitu Oik malah ragu dengan perasaannya pada Cakka. Oik pun mengutarakannya ke Rahmi, “Ku tak tahu apa yang terjadi.. padahal hatiku kini… tak kumengerti… Getar ini belum pernah ada… tak pernah kurasakan… selama ini… Malu-malu aku mengakuinya… karena aku kini belum dewasa. Berjuta cahaya datang padaku… menari denganku… menyanyikan lagu tentangnya… duhai bintang mungkinkah yang kurasa… apakah sudah saatnya… untukku menyukainya…”
Sambil tersenyum melihat kegundahan sahabatnya tersebut, Rahmipun menjawab, “Jatuh cinta tak kenal usia… tua muda… janda dan duda.. Jatuh cinta itu indah… jangan kau takut jatuh cinta… “
Oik kembali tersenyum setelah dinasehati sahabatnya tersebut, lalu tiba2 anak2 di Akademi Idola Cilik 2 pada menghambur ke arah mereka, sambil koor, “Oik dan Cakka… menjalin cinta… cinta bersemi… dari Akademi… Oik dan Cakka… mengikat janji… Janji setia… setia abadi… Oh Oik… Oh Cakka… Cintamu abadi… Wahai Oik.. duhai Cakka… tiada prasangka.. merenggut kasihmu…”
Pipi Oik bersemu merah. Maluuu… banget! Nggak berapa lama sesosok cowok dengan satu pot bunga mawar menyeruak dari kerumunan. CAKKA! Cakka menyodorkan pot bunga mawar itu ke Oik sambil ngomong, “Kau ciptaanNya yang terindah.. yang meremukkan hatiku.. semua telah terjadi.. aku tak bisa berhenti memikirkanmu… dan kuharapkan engkau tau… Kau yang kurindukan, meski tak kuungkapkan… kau yang kuharapkan, kuimpikan, inginkan… aku jatuh cinta… tlah jatuh cinta… cinta kepadamu.. tlah jatuh cinta… I’m falling in love… I’m falling in love with you..””
Wuiidiihhh… Oik jadi GR sendiri nih! Setelah berdiskusi dan berbisik2 dengan Rahmi, diiringi seruan ‘cieh-cieh’ dari anak2, akhirnya Oikpun membalas pernyataan Cakka barusan, “Buktikanlah kau cinta padaku… buat aku tergila2 padamu… jangan dulu kau lelah menunggu… kuingin lihat kesungguhanmu… sebelum ku bilang I love you…”
Cakka menjentikkan jarinya. “Aaahh… OKE!”
Belum sempat Cakka membuktikan rasa cintanya ke Oik, tiba-tiba sebuah suara menggelegar dari tengah lapangan. “CAKKKAAAAAA!!!” Semua mata menoleh ke sumber suara. “PAK DAVE!”
“Balikin mawar Bapak sekaraaaangggg!!!” dan Pak Dave, yang notabene guru fashion dan demen banget ngoleksi bunga, pun nguber2 Cakka keliling lapangan. Cakka bandel sih… nggak ada modal beliin Oik bunga… malah nyolong mawarnya Pak Dave!
Sambil ngos2an, di tengah perjuangan muterin lapangan basket, Cakka pun berkoar2 ke arah Pak Dave, “Maramaramaramara itu nggak perlu. Udahan marahnya.. cepetan dong cepetan dong… mau pingsan nih..”
Pak Dave membalas, “Ku tak peduliiiii…”
Sedangkan anak2 ICIL lainnya cuman bisa cekakakan ngeliat aksi kejar-mengejar itu dari pinggir lapangan. Oik yang terlanjur tahu kalo mawar itu nyolong dari ruang kerja Pak Dave, langsung cemberut, melengos dan berteriak keras2 ke arah lapangan, biar Cakka denger. “Cintaku.. cintaku padamu… tak besar seperti dulu! Maumu begini… maumu begitu… tak pernah engkau hargai aku!”
Cakka yang denger suara Oik, langsung buru2 menghampiri Oik dan mengacuhkan Pak Dave yang udah pingsan di tengah lapangan. “Jangan-jangan kau menolak cintaku… jangan-jangan kau acuhkan hatiku… ku kan slalu setia menunggu.. untuk jadi pacarmu…”
Oik pun jadi nggak tega ngeliat Cakka yang udah berjuang demi dirinya, dengan lari2an di tengah lapangan akibat diuber2 Pak Dave. Demi melihat Cakka yang berpeluh alias banjir keringat, dengan napas putus2, akhirnya rasa iba Oik pun muncul. Kemudian Oik bilang, “Telah aku maafkan… semua kesalahanmu… Cintaku Cuma ada satu… cuma untuk mencintaimu… jangan engkau sakiti lagi… nanti aku bisa mati…”
Cakka langsung seger lagi begitu denger pernyataan itu dari Oik. Langsung deh tangan Oik dia genggam, trus dicium bentar, trus Cakka bilang, “Terimakasih cinta… untuk segalanya… kau berikan lagi… kesempatan itu… tak akan terulang lagi… semua… kesalahanku… yang pernah menyakitimu..”
TAMAT

KISAH ROMAN ICIL 2 SEASON 2

Meskipun sudah sama2 saling mengungkapkan isi hati, tapi ternyata Oik dan Cakka belom menjalin cinta dan merajut kasih (halaaahh.. apa seh? Kebanyakan nonton infotainment nih!). Oke… mereka belom pacaran, tapi rutin curi-curi pandang! Itu semua dikarenakan aturan yang keras di lingkungan Akademi Idola Cilik 2 yang nggak memungkinkan keduanya pacaran, meskipun backstreet! Karena semua bentuk rahasia, pasti akan diketahui oleh ibu asrama, Ibu Okky. Jadi jangan ada yang berani macam2 sama peraturan sekolah.
Oik sebenernya paham banget sama peraturan sekolah mereka. Cuman… Oik ngebet banget pengen si Cakka membuktikan kalo dia beneran suka sama Oik. Nah, pas jam istirahat, seperti biasa Oik dan Rahmi duduk2 di bangku taman, pengen ngeliat pertandingan basket yang secara otomatis pasti ada Cakka disitu. Oik kan.. pengen curi2 pandang getooo…
Rahmi sebenernya mau2 aja nemenin Oik disitu, tapi karena Rahmi dibawain bekal sama Mamanya dan pengen ngajak Oik makan bekal itu bareng2, akhirnya mereka nggak jadi duduk di bangku taman dan memutuskan untuk makan bekal di kantin.
Nah, nggak disangka nggak dinyana… ternyata si Cakka menyadari ketidakhadiran Oik di bangku taman. Cakka blingsatan nyariin Oik ke seluruh penjuru sekolah. Dan… VOILLAAA!! Ketemu di kantin!
Cakka dengan PDnya berdiri di hadapan Oik dan Rahmi yang lagi sibuk ngabisin bekal. Oik kaget, kok sampe segitunya Cakka nyariin dia. Demi melihat napas Cakka yang ngap-ngapan, akhirnya Oik tanya, “Mengapaaaaa…. Kamu beginiiiii…”
Trus Cakka jawab, “Jangan kauuuu… mempertanyakan…”. Maksudnya, Oik pasti tau-lah kalo Cakka megap2 gitu juga karena Oik (nyariin Oik-red). Trus Cakka duduk di depan Oik dan Rahmi. Oik heran juga sama sikap Cakka yang tiba2 aja jadi agak ‘lebay’ mentang2 mereka emang beneran sama2 suka. Oik tanya, “Kamu nggak main sama anak2?”
Cakka geleng2 sambil senyam-senyum mulu. Oik pun cuman mengedikkan bahu. Trus tau2 tangan Cakka mampir ke tangan Oik, sambil bilang, “Cinta jangan kau pergii… tinggalkan diriku sendiri… cinta jangan kau lari… apalah arti… hidup ini… tanpa cinta dan kasih… sayang..”
Oik dan Rahmi nahan ketawa. Rahmi ngomong, “Yang pergi tuh siapa, Cak? Kita cuman ke kantin kok… Kayak mau ditinggal kemana aja deehhh…”. Cakka jadi malu, pipinya merah. Saking malunya, akhirnya Cakka mengalihkan obrolan.
“Kau cantik hari ini… dan aku sukaaa…” katanya ngegombal. Oik dan Rahmi cekikikan. “Terimakasih cintaaa… untuk segalanyaaa…. Kau ngegombal lagi… dasar tukang ngrayuuu…” balas Oik. Mereka pun sama2 ngikik.
Tiba2 Cakka bilang ke Oik, “Jadikanlah aku pacarmu… kan kubingkai slalu indahmu… jadikanlah aku pacarmu… iringilah kisahkuu…”
Trus Oik inget sama ke’ngebet’annya pada Cakka, soal nunjukkin rasa cinta Cakka yang sebenernya ke Oik, meskipun terganjal peraturan sekolah. “Berlarilah sekuat kau mampu… jika kau mendapatkan cintakuu… buktikan kalau kau memang mau… buat kuberikan cinta ini kepadamu…”
Cakka langsung termotivasi demi mendengar hal itu dari Oik. Langsung deh Cakka tarik tangan Oik untuk ngikut sama dia. Oik nurut aja. Ternyata Cakka ngajak Oik ke tengah lapangan basket. Disitu semua temen2 Cakka udah pada nungguin Cakka buat main basket.
“Cakka, darimana aja sih??? Kasmaran sih kasmaran… tapi kita kapan mainnya???” Debo ngamuk2. Cakka melebarkan kelima jari tangan kanannya ke udara, menenangkan massa. Laluu… mulai berorasi…
“I LOV U OIK! Biar kata peraturan.. bagiku dilanggar aja… ooooo… I LOV U OIK!” Cakka tereak2 di tengah lapangan. Anak2 pada nyorakin. Dan guru2 pada melotot.
“CAKKA! Apa-apaan kamu ini!” Bu Ira marah2 dari dalam kantor guru. Semua guru ikutan menghambur ke tengah lapangan. Oik yang lagi girang karena Cakka ternyata se-gentle dugaannya, langsung ngomong ke Cakka. “Bilang… Bu Ira… ku takkan.. buat kau.. berubah.. menjadi.. anak yang nakal… Bilang… Bu Okky… kucinta padamu.. dan aku… tak pernah.. main2… Biarkanlah saja dulu.. kita jalan berdua… mereka pun pernah muda… saatnya kau… dan aku sekarang…”
Cakka mandang Oik lamaaaaa…. banget!, dan nggak ngehirauin kedatangan guru2 mereka. Merasa diacuhkan sama kedua muridnya yang sedang kasmaran itu, akhirnya Bu Ira dengan lantang teriak ke kuping Cakka. “IKUT IBU, SEKARAAAANGGGG!!!”
Busyeeettt…!!! Cakka ngegosok2 kupingnya sembari meringis. Oik ikutan ngegosok2in kuping Cakka dengan tangannya (duileeee… mesra amat?!). Akhirnya Cakka ngebuntutin Bu Ira sambil terus noleh ke Oik. Diem2 Cakka ngebisikin sesuatu ke telinga Oik, sebelum ngikutin Bu Ira. “Aku akan pergi tuk sementara… bukan tuk meninggalkanmu selamanya… ku pasti kan kembali pada dirimu… tapi kau jangan nakal… aku pasti kembali…”. Oik cuman mesam-mesem aja.
Tapi ternyata, di suatu tempat, ada seseorang yang nggak suka akan kemesraan Oik dan Cakka. Sosok itu diam2 mengintip dari balik tembok perpus. OBIET! Ya, Obiet! Ternyata Obiet menyimpan rasa suka ke Oik. Tapi dia nggak berani ngungkapin, dan malah keduluan sama Cakka. Sambil meremas kertas di buku yang sedang dia baca, Obiet menggeram, “Ingin kubunuh pacarmu… saat dia tatap mata indahmu… di depan kedua mataku…” Detik itu juga, Obiet berencana untuk bikin hubungan Oik dan Cakka renggang.
Nggak berapa lama, Oik dan Rahmi melewati perpus untuk kembali ke kantin. Obiet memanfaatkan kesempatan itu untuk bikin Cakka dan Oik marahan. Dengan metode lama, Obiet pun memulai aksinya. Sambil pura2 keluar perpus dan bawa banyak banget buku, seolah2 nggak ngeliat gitu, Obiet menabrakkan diri ke Oik. Jelas aja Oik dan Obiet jatoh bebarengan! “Aduuuhh… lututku…” Oik merintih. Obiet langsung tampil bak superhero. “Oik, maaf ya… aku nggak sengaja…” Lutut Oik ditiup2 gitu sama Obiet, sambil diusap2. Sedangkan Rahmi malah sibuk ngeberesin buku2 Obiet yang jatoh.
“Obiet.. nih buku kamu… Biar Oik aku ajak ke UKS aja deh..” kata Rahmi sambil menyerahkan buku2 ke Obiet. Setelah menerima bukunya, Obiet tersenyum sinis sambil melemparkan pandangan ke tempat parkir. Disitu lagi ada anak cowok yang megang gagang sapu, sambil melotot ke arah mereka, trus akhirannya malah ngacak2 rambutnya sendiri. CAKKA!
Hati Cakka panaaasssss…. banget! Dia nggak nyangka, Oik bakalan tega nge-gitu-in dirinya, disaat Cakka lagi berkorban buat Oik! Cakka yang udah nggak tahan lagi, langsung deh tereak2. “Kau hancurkan aku dengan sikapmuuuuu… Tak sadarkah kau telah menyakitikuuuuu… Lelah hati ini meyakinkanmuuuu… Cinta ini… membunuhkuuuuu…”
Oik, Rahmi, Obiet, dan anak2 langsung pada noleh ke sumber suara. Di sana Cakka lagi ngglesot2 di tanah sambil nangis bombay. Jelas aja Oik kaget! Pikirnya, nih anak apa kumat stresnya gara2 dihukum sama Bu Ira?! Tapi kemudian Oik sadar kalo Cakka pasti ngeliat adegan ‘usap-mengusap’ Oik-Obiet tadi. Oik pun langsung ngehampirin Cakka. “Maafkan kata yang tlah terucap… akan kuhapus jika ku mampu… andai ku dapat meyakinkanmuu… kuhapus hitamkuuu…”
Sambil ngehapus airmata Cakka yang udah terlanjur ngalir deres banget, Oikpun ngebantu Cakka bangun dari ngglesot2 di tanah itu. Trus Cakka natap Oik lamaaaa… banget! Seakan nggak mau ngelepas Oik gitu aja! Nggak lama Cakka ngomong, “Aku terlanjur cinta kepadamuuu… dan tlah kuberikan sluruh hatikuuu… tapi mengapa baru kini kau pertanyakan… cintakuuu…”
Oik yang nyesel karena tanpa sengaja mesra2an sama Obiet, langsung ngomong ke Cakka, “Dan… bukan maksudku… bukan inginku… melukaimu… sadarkah kau disini ku pun terluka…”
Akhirnya mereka pun baikan lagi.
Tiba2 Obiet menyeruak ke hadapan Oik-Cakka. Obiet yang sadar bahwa dia udah salah karena bikin Oik-Cakka jadi salah paham, akhirnya terus terang, “Ku akui ku sangat… sangat menginginkanmu… tapi kini ku sadar ku di antara kaliaaannn…”
Obiet memilih mundur dari pertarungan sengit itu, mengingat Cakka beneran sukaaaaa… banget sama Oik. Dan kayaknya bakalan susah buat misahin mereka.
***
Peristiwa cemburu2an itu udah berakhir beberapa waktu lalu. Hari ini Oik dan Cakka janjian buat makan bakso bareng2. Cakka dan Oik janjian buat ketemuan di bawah pohon beringin yang banyak hantunya (walaaahhh… serem amat, buuu??!). Tujuannya biar Cakka bisa sekalian nostalgia sama temen2nya itu.
Ditungguin bermenit2, nggak nongol juga batang idung si Cakka. Oik sampe bete sendiri! Akhirnya Oik mutusin buat nelpon ke hapenya Cakka. Mailbox! Oik pun nge-SMS Cakka. “Sedetik menunggumu disini… seperti seharian… berkali kulihat jam di tangan… demi membunuh waktu… tak kulihat tanda kehadiranmu… yang semakin meyakiniku… kau tak datang… di hempas kesal… dan amarah.. sluruhnya ada di benakku.. andai seketika.. hati yang tak terbalas.. oleh cintamu.. kuingin marah.. melampiaskan.. tapi ku hanyalah.. sendiri disini.. ingin kutunjukkan.. pada siapa saja yang ada.. bahwa hatiku.. kecewa…”
PENDING!
Uuuhh! Oik kesel setengah mati! Oik mutusin buat balik ke asrama. Kebetulan asrama cewek ngelewatin asrama anak2 cowok. Sekalian buat ngintipin, ada Cakka nggak disana. Ternyataaaa…. CAKKA!
Ya ampun! Oik kaget setengah mati! Ternyata Cakka lagi berduaan di kursi depan kamarnya, bareng sama… AGNI!
OH MY GOSH!
“CAKKA!” teriak Oik. Cakka dan Agni kaget. “O.. Oik..” Cakka gelagapan. Cakka dan Agni bareng2 meletakkan gitar yang dari tadi sibuk mereka mainkan.
“Baby dengerin… jangan jelalatan! Jaga matamu… janganlah kegatelan! Baby dengerin… janganlah sok kecakepan! Gayamu sok asik dan sok kebarat2an! Lama2 aku jadi bosan! Gayamu sok kebarat2an! Lama2 aku jadi bosan! Karna pacar kamu berceceran! Kamu ketahuan ngumpetin simpanan, tapi kamu slalu bilang bahwa itu bukan. Kamu ketahuan ngumpetin simpanan, tapi kamu pintar cari2 alasan!” Oik marah banget, bahkan nggak mau terima alasan Cakka. Cakka jadi bingung mau ngejelasin gimana ke Oik. Tiba2 Agni bilang, “Maafkan aku… mencintai… kekasihmu… kekasihmu… namun ku tak ingin… menjadi… penyebab kehancuran… antara kau dan dia…” trus Agni ngabur.
HAH?! Ternyata Agni juga suka sama Cakka?!, batin Oik.
Oik masih bertahan disitu, sambil nunggu pengakuan Cakka. Cakka malah semakin kebingungan. Tapi akhirnya Cakka bilang juga, “Sayangkuuu… maafkanlah dirikuu… ku tahu kusalah menyakitimuu… Sayang terimalah aku lagiii… ku masih mencintaimu…”
Oik nggak serta merta kemakan omongan Cakka gitu aja. Oik langsung melengos dan kembali ke kamar asramanya.
***
Beberapa hari diem2an, Cakka dan Oik jadi makin canggung, kayak nggak kenal satu sama lain. Tapi Oik merasa, tetep nggak bisa nerima perlakuan Cakka, yang udah ngebiarin dirinya nungguin di bawah pohon beringin sendirian, sementara Cakka asyik main gitar sama cewek lain. Oik mutusin buat break sementara dari hubungannya dengan Cakka.
Di tengah keputusan untuk break itu, Oik malah jadi deket sama seorang ICIL 2 lainnya. Debo. Mereka jadi suka ketawa bareng, makan di kantin bareng, ke perpus bareng, pulang ke asrama bareng. Pokoknya semuanya dilakukan bareng2! (eiittss… jangan mikir macem2 ya!). Terang aja hati Cakka panas liat adegan panas itu! (maksudnya, adegan kemana2 Oik dan Debo lengket!). Tapi Cakka nggak bisa berbuat banyak, mengingat Oik juga lagi marah sama dia. Ntar kalo dia ikut campur, si Oik jadi tambah marah deh…
Nah, waktu Oik dan Debo lagi asyik makan di kantin, si Cakka ngebuntutin tuh! Tapi duduknya di belakang Oik, biar nggak keliatan. Cakka pengen tau, mereka ngomongin apaan aja sih?? Hidung Cakka kembang kempis demi mendengar mereka berdua cekikikan bareng2, ngeliat mereka suap2an. Dalam hati Cakka berkata, “Aku hancur… ku terluka… namun engkaulah nafasku… kau cintaku… meski aku… bukan di benakmu lagi… dan ku beruntung… sempat memilikimu…”
Tiba2 Oik ngomong ke Debo, suaranya keras lagi! Oik ngomong sambil natap mata Debo, “Aku jatuh cinta lagi… harusnya ku tak boleh begitu… ku sudah ada yang punyaaa… ku tak boleh jatuh cinta lagi…”
Kesal Cakka demi mendengar Oik ngomong gitu ke Debo!!! Tapi disisi lain dia juga seneng, karena ternyata Oik masih nganggap Cakka cowoknya, dengan bilang ke Debo bahwa Oik masih ada yang punya!
Trus selanjutnya tuh dua anak manusia ngobrolin sesuatu, tapi sayangnya Cakka nggak bisa denger. Bisik2 gitu deh… Meskipun Cakka memiringkan kuping sedemikian rupa, tetep aja nggak bisa ngedenger apa yang lagi diomongin Oik dan Debo.
Di tengah perjuangan nguping itulah, tiba2 Oik menoleh ke arah Cakka sambil ngomong, “Tik… tik.. tik… waktu berdetik… tak mungkin bisa kuhentikan… maumu jadi mauku… pahitpun itu kutersenyum…”
Cakka yang kaget, buru2 menegakkan telinga dan badannya sedemikian rupa. Dia malu banget ketahuan nguping sama si Oik dan Debo. Cakka pun membalas, “Kamu tak tau… rasanya hatiku… saat berhadapan… kamu…”
Cakka dan Oik jadi sama2 salting. Mereka nggak bisa nyembunyiin perasaan mereka lagi. Nggak lama Oik dan Cakka pun sama2 ngelanjutin bait terakhirnya. “Kamu… tak bisa… bayangkan… rasanya… jadi diriku… yang masih… cinta…”

THE END

KISAH ROMAN ICIL 2 SEASON 3

Oik dan Cakka baru aja baikan semenjak peristiwa cakka-ketahuan-nguping-sama-oik-dan-debo. Tapi kayaknya halangan dan rintangan nggak selesai2 menerpa pasangan ini.
Oik masih belom percaya kalo Cakka emang nggak ada apa2nya sama Agni. Berkali2 Oik nyindir Cakka tiap kali mereka jalan bareng dan kebetulan berpapasan sama Agni. “Agni cantik ya, Cak!”
Berkali2 pula Cakka menyanggahnya dengan bales bilang, “Cantikkan kamu, kok…”. Abis itu Oik bales lagi, “Nggak mempan tuh sama gombalan kamu!”. Jelas aja Cakka bete! Selama ini cewek2 selalu klenger kalo udah denger gombalan maut Cakka! Tapi kali ini, beda! Oik nggak mempan diserbu dengan semua jurus terjitu yang dilancarkan Cakka.
Akhirnya Cakka mutusin untuk sekalian aja bikin Oik cemburu setengah mampus. Biar sekalian kebukti omongannya si Oik, kalo Cakka dan Agni emang ada apa2nya. Oik maunya gitu kann??, batin Cakka.
Besoknya, sekolah gempar dengan kabar berita kalo Cakka nembak Agni. Oik yang ikutan denger hal itu, langsung lemes seketika. Ternyata Cakka beneran ada apa2 sama Agni. Oik jadi nggak mood untuk ngelakuin semua kegiatan hari itu.
Pas istirahat, Cakka-Agni berpapasan sama Oik-Rahmi. Disitu mereka saling lempar tatapan sinis. Oik ngomong ke Cakka, “Akhirnya kaupun pergi… tinggalkan ku disini… ternyata… kau juga… tak punya hati…”
Sambil tersenyum sinis (padahal dalam hati nggak pengen gitu!), Cakka bales omongan Oik, “Aku memang tak sebodoh yang kau fikirkan… karena ku punya semua mimpi… dan tak semudah itu kau lenyapkan!”
Abis itu mereka seakan jadi musuh. Oik berusaha ngelupain Cakka, tapi nggak mungkin! Walaupun Oik mencoba untuk kembali deket sama Debo, tapi Oik masih inget banget saat2 indah mereka waktu pertama kali saling ngungkapin rasa suka. Begitupun sama Cakka. Sedangkan Agni lagi girang banget karena dipacari sama cowok terkeren di sekolah.
Berhari2 Cakka dan Oik diem2an. Berhari2 pula Cakka menghabiskan waktu sama Agni. Meskipun Oik udah ‘hampir’ bisa ngelupain Cakka, ternyata Cakka nggak begitu. Sekali dia suka sama seseorang, nggak secepat itu pula dia bisa ngelupain orang tersebut.
Ngeliat kedeketan Oik-Debo kembali, hati Cakka makin panaaasssss!!! Padahal yang punya niat awal manas2in kan si Cakka, biar Oik jealous! Kenapa sekarang justru Oik yang berhasil bikin hati Cakka ketar-ketir?!
Waktu di kelas, seperti biasa, Cakka dan Agni yang abis jajan di kantin langsung masuk sambil cekakakan. Kayaknya mereka bahagia banget dehh… Eh, tapi itu cuman berlangsung untuk sementara. Karena begitu ngeliat sosok Oik dan Debo yang lagi duduk sebelahan di kelas, sambil ketawa2 dan saling coret cat air ke muka masing2, bikin Cakka makin SEBEEEELLLLLLL!!!
ARRRGGGGHHHHH!!!, teriak suara hati Cakka. Cakka langsung narik tangan Agni untuk ikutan duduk di belakang meja Oik-Debo persis. Nah, kebetulan sebelum istirahat kan emang jam pelajaran menggambar. Di meja itu masih ada buku gambar sama sisa2 cat air entah bekas siapa. Cakka nggak peduli. Langsung deh tuh cat air ikut2an dicoretin ke mukanya Agni, trus Cakka ketawa2 nggak jelas gitu! Terang aja Agni bingung. “ADOOOHHH!!! Cakka! Kamu kenapa seh?! Kenapa mukaku dicoret2 cat air???” teriak Agni sembari gelagapan karena tangan Cakka nggak brenti2 nemplokin cat air ke mukanya.
“HAHAHAHAHAHAHAHA!” Cakka masih aja ngakak. Agni makin jengkel. “CAKKA!” teriak Agni kesel. Cakka kaget. Oik dan Debo juga. Mereka sontak menoleh ke sumber suara.
“Ag.. Agni.. Sori…” Cakka jadi nggak enak ati sama Agni. Berkali2 mata Cakka melirik ke Agni, trus ke Oik, balik lagi ke Agni, trus ke Oik … gitu terus!
“Nih…” Oik menyerahkan selembar tissue ke Agni. Agni langsung mengelap wajahnya dengan tissue pemberian Oik. Trus Oik dan Debo kembali berkutat dengan cat air mereka.
Untuk sesaat Cakka terperangah akan sikap Oik tadi, yang meskipun nggak menoleh sedikitpun ke Cakka, tapi mau ngasih Agni (yang notabene madu-nya) tissue. Kayaknya saat itu Oik nggak ada dendam gemanaaaa… geto! sama si Agni, meskipun cowoknya jadian sama Agni.
Tapi kemudian hati Cakka kembali berontak, bahwa dia nggak sanggup ngejalanin hubungan kayak gini sama Oik, yang notabene disukainya. Saling bikin cemburu gitu?? Nggak lucu banget deehh…
Cakka beneran udah nggak tahan lagi! Dia langsung mengepalkan kedua tinjunya, melipat lengan bajunya, trus berjalan ke depan kursi Oik dan Debo. “Tak ayal tingkah lakumu… buatku putus asa… kadang akal sehat ini… belum cukup membendungnya… hanya kepedihan… yang slalu datang menertawakanku… hingga belahan jiwa… tega menari indah… di atas tangisanku… Mencoba bertahan sekuat hati… layaknya karang yang dihempas sang ombak… jalani hidup dalam buai belaka… serahkan cinta tulus di dalam takdir… Tapi sampai kapankah ku harus… menanggungnya… kutukan cinta ini…”. Terang aja Oik-Debo kaget waktu tiba2 aja Cakka ngomong gitu.
Oik berusaha untuk tetap tenang dan nggak begitu aja gampang kemakan omongan Cakka. Tapi tatapan mata Cakka yang tajam bikin Oik agak keder juga. Oik beranikan diri untuk ngomong sesuatu ke Cakka, “Kau menggantungkan hubungan ini… kau diamkan aku tanpa sebab… maunya apa… ku harus bagaimana… kasih… sampai kapan kau gantung… cerita cintaku… memberi harapan… hingga mungkin ku tak sanggup lagi… dan meninggalkan dirimu…”
Cakka bales, “Aku terpaksa menangis.. aku terpaksa merintih… cahayaku smakin redup… memilukan… kau masih bisa kulihat.. suaramu masih kudengar… namun kenyataan ini… mengharukan… seseorang di sana telah memilikimu… aku kan berdosa bila merindukanmu… mantan kekasihku… jangan kau lupakan aku… bila suatu saat nanti… kau merindukanku… datang… datang padaku..”
“Cakka! Kamu ngomong apa sih? Kamu nggak liat udah ada aku???” tiba2 Agni menepuk pundak Cakka agak sewot.
“Terpaksa… aku… mencintaimu dirimu… hanya untuk… status palsu… Setengah hati… kujalani cinta karena… aku tak.. suka denganmu…” kata Cakka ke Agni. Terang aja Agni kaget. Cakka sebenernya nggak enak ati bikin orang lain sedih. Tapi mau gimana lagi??? Cakka tuh cuman suka sama Oik.
Mata Agni langsung berair, bibirnya bergetar. Sambil sesenggukan, Agni bilang ke Cakka, “Terlalu sadis caramu… menyingkirkan diriku… dari percintaan ini… agar dia kembali… padamu… tanpa peduli sakitnya aku…”. Terus Agni ngabur gitu aja. Sementara Oik dan Debo yang ada di hadapannya cuman bisa bengong.
“Mungkin salahku… melewatkanmu… tak mencarimu… sepenuh hati… maafkan aku… kesalahanku… melewatkanmu… hingga kau kini… dengan yang lain… maafkan aku…” kata Cakka akhirnya, setelah hampir putus asa karena Oik nggak ngomong sedikitpun.
Waktu Cakka hampir keluar dari kelas, tangan Oik spontan narik tangan Cakka. “Sayang… aku tau… kita… tak banyak bicara… walau kadang rindu… menusuk hatiku… jangan pernah kau lukai hatiku… aku resah lalui waktu tanpamu… jangan pernah kau lukai hatiku… aku takkan membuatmu terluka… ku meragu… percayalah…”
Nah, begitu tau kalo ternyata Oik udah mulai maafin dia, baru deh Cakka berani ngegombal. “Kau adalah… wanita terindah… yang pernah kutemui… kau luluhkan… kau lumpuhkan aku… saat menatap matamu… melihat senyummu…”
“Plis deh… jangan lebay! Jangan kebanyakan ngerayu ngegombal! Plis deh… jangan lebay… memangnya aku ini siapamu… oh… plis! Jangan lebay!” balas Oik.
“Loh, kamu kan… ‘pacarkuuu… sayangilah aku… seperti ku meyayangimu… oh… sayangku… cintailah aku… seperti ku mencintaimu… andaikan bulan… andaikan bintang… mreka saling berbisik… tentu cinta kita takkan terusik…’” kata Cakka lebay.
Debo ngikik, trus pamitan ke Oik. “Oik, aku duluan ya! Kalo butuh jasaku lagi, calling aja!”
“Siipp!!” Oik mengacungkan jempolnya. Cakka bengong. “Oohh, jadi itu cuman pura2??”
Oik nyengir. “Halah, kamu sama Agni juga cuman pura2 tho?? Satu sama… Hehe..” Trus mulai deh India2annya, lari keliling pasar, muter2 di bawah pohon kamboja, mainan air got…
Kali ini, Cakka dan Oik emang kembali baikan. Tapi, apakah mereka bakal berantem2 lagi??? Ataukah berakhir dengan happy ending or gontok2an??? Tungguin aja sekuelnya!
THE END

(thx bwt VIDI, SO7, ADA BAND, AFGAN, LYLA, MELLY G, TANGGA, SEVENTEEN, TITI KAMAL ft ANJI DRIVE, DRIVE, T2, KANGEN BAND… makin lama daftar lagunya makin berkurang… tolongin donk siapin daftar lagu buatku bikin sekuelnyaaaaa!!!)

Cakka YA AMPUUUN...!

Cakka tuwch IDOLA akhoh yg plink akhoh IDOLAKANDTH cz Cakka bsa bkindth akhoh jdi tnank...! Dan ituwch jrank org yg bsa ngelakuin .
Nie biodata Cakka (v cma yg akhoh tw aja)
Name lngkp : Cakka kawekas nuraga
Name terkenal.a : Cakka
Tempat, tgl, lhir : Di Bintaro Tanggerang, 18 Agusrus 1998, dgn selamat .
Name ayah.a : Tunggul dhewa nuraga
Name bunda.a : Ida nuraga (v tagh tw atuh)
Name kakak.a : Elang nuraga
Alamat rumah Cakka : Jl. Kaliurang km. 6 Sawit Sari YogyakartaJl. Kaliurang km. 6 Sawit Sari Yogyakarta
Name cqul.a Cakka : SDN SERAYU JOGJA

Nie ttg yg laen.a :
CAKKA KAWEKAS NURAGA, adalah nama asli seorang bocah cilik yang berkemampuan menjadi seorang bintang yang sangat bersinar, CAKKA lahir di Tanggerang 18 Agustus 1998, CAKKA adalah anak kedua dari dua orang bersaudara yang bernama ELANG, kedeua orang tuanya telah bercerai saat ia masih menduduki bangku taman kanak-kanak, TUNGGUL NURAGA dan IDA NURAGA merupakan nama kedua prang tuanya. saat orang tuanya berpisah CAKKA diasuh oleh orang tua angkatnya di Jakarta. saat ini ia masih menduduki bangku kelas 5 SD di SDN Serayu Yogyakarta. bocah berjiwa bintang ini sangat menyukai warna hiau dan terlebih menyukai musik-musik asal Jepang. kakak kandungnya ELANG merupakan salah satu personil dari band "YUBIKIRI" yang musiknya juga beraliran Jepang. CAKKA menjadi salah satu finalis Idola Cilik 2 RCTI dan kemudian lolos dan berhenti sampai di 6 besar Idola Cilik 2, CAKKA tinggal kelas pada tanggal 22 February 2009, saat perfom terakhirnya ia menyanyikan sebuah lagu dari band "LYLA" yang berjudul TAKKAN ADA,CAKKA merupakan salah satu finalis yang mempunyai sangat banyak fans, forum pecinta CAKKA dinamakan "C~LUVers!". berikut merupakan situs-situs yang dapat dikunjungi untuk mengetahui tentang CAKKA lebih dalam : cakkanuraga@gmail.com (FaceBook), cakkanuraga.ning.com (fansite CAKKA). atau bisa juga kunjungi situs "idolaciliklovers.ningcom" untuk mengetahui tentang finalis Idola Cilik lainnya. sankyu...


Perfom Cakka yg teakhir d.idola cilik dan yg pling mengagumkandth...

Klo nie Cakka wktu launching album GAPAI MIMPIMU (cakka kerendth abies lowch)

Alamat rumah para anagh ICIL 2


Cahya, bernama lengkap Cahya Ningrum. Lahir di Boyolali tanggal 20 Maret 1998. Sekarang beralamat di Jl. Cimanoiri II/6 Semarang. Cahya pandai menyanyikan lagu mandarin berkat orangtuanya yang baik.
Obiet, bernama lengkap YB Obiet Panggrahito. Lahir di Temanggung tanggal 16 Juli 1998. Sekarang beralamat di Jl. Kwaluhan RT 04/RW 04 Temanggung. Berasal dari Yogyakarta. Warna suara Obiet lebih ke R ‘n B. Oya, di rumahnya ada sanggar seni bernama Rumah Bintang, lo!
Fridoilin Djorebe, nama panggilannya Olin. Lahir di Galela tanggal 4 Maret 1996. Sekarang beralamat di Panti Asuhan Eklesia, Jl. Stasiun 12 Ambarawa. Asal kota Ambon. Olin punya impian, yaitu ingin membangun sebuah panti asuhan jika sukses nanti.
Cakka Kawekas Nuraga, nama panggilannya Cakka. Lahir di Tangerang, 18 Agustus 1998. Alamat sekarang di Jl. Kaliurang km. 6 Sawit Sari Yogyakarta. Cakka adalah anak bungsu dari 2 bersaudara. Cakka bisa bermain gitar.
Oik Cahya Ramadlani, nama panggilannya Oik. Lahir di Salatiga, 20 Januari 1998. Tempat tinggal sekarang di Jl. Tanggul Rejo RT 02/RW 08 Salatiga. Berasal dari Semarang. Oik tinggal bersama kakek dan neneknya sekarang. Dia juga bisa menyanyi, menari, dan mayoret.
Agni, begitu nama panggilan bagi Agni Tri Nubuwati. Lahir di Pekalongan, 26 Juni 1998. Sekarang beralamat di Ngupasan RT 02/RW X Purworejo. Dia bisa bermain gitar dan basket. Kalau sudah besar ia ingin menjadi gitaris.
Ayahnya Belanda dan ibu Jawa adalah Soraya anaknya. Nama lengkapnya Soraya de Kam. Lahir di Belanda, 24 Agustus 1999. Soraya suka mengikuti fashion show. Alamat sekarang di Jl. Parangtritis km. 5,5 RT 02 Bantul Yogyakarta.
Nadya, bernama lengkap Nadya Almira Putri. Bisa bermain biola dan sering bermain biola di Yogyakarta adalah hobi dari anak yang lahir di Yogyakarta tanggal 4 Mei 1997 ini. Selain itu, Nadya bisa bermain piano. Alamatnya di Jl. Garuda No. 4 Sleman.
Ourel Queen, lahir di Medan, 18 Juli 2000. Nama panggilan adalah Ourel. Anak yang sudah mulai menyanyi sejak umurnya 3 tahun beralamat di Jl. Pokok Nangka No. 16 A, Medan Johor, Sumut. Oya, walaupun seorang anak pedagang sayur, semangat Ourel dalam IC sangat besar. Ia tidak ingin mengecewakan orangtuanya.
Puti, lahir di Medan, 3 Februari 1998. Nama lengkapnya adalah Puti Sekar Saviola. Dia mendapat beasiswa dari sekolah karena juara umum. Hmmm, perlu dicontoh, nih. Puti sekarang menjadi presenter dalam acara anak-anak. Pernah mengikuti lomba modelling saat umur 3 tahun. Alamatnya Komplek Graha Sunggal Blok B No. 14 Medan.
Rahmi Amalia. Bernama panggilan Rahmi. Merupakan anak seorang nelayan ikan hiu di Aceh. Rahmi lahir di Banda Aceh, 1 Agustus 1996. Alamat sekarang di Jl. SM Raja Lorong Dahlia. Usia sekarang adalah 12 tahun.
Anak yang lahir di Bukit Tinggi tanggal 26 Februari 1997 ini adalah anak yang sering memenangi lomba nyanyi. Dia memiliki saudara kembar, lo! Namanya adalah Fakhrul Irsyad. Alamatnya, Kubang Putih, Kab. Agama, Sumatra Barat.
Tri Danu Satria, lahir di Tebing Tinggi, 16 Februari 1997. Dia pernah menjadi da’i cilik di daerahnya. Bisa bermain gitar dan pernah memenangi lomba menyanyi. Alamatnya sekarang ada di Jl. Jendral Sudirman N.322 Padang.
Natasha Levina adalah anak yang centil. Natasha sering ikut lomba nyanyi, fashion, dan presenter. Dia lahir di Tanjung Redep, 14 Agustus 1998. Sekarang beralamat di Jl. Gundih 2 No. 32 Surabaya. Sekarang umurnya 10 tahun.
Kezia. Lahir di Manado, 6 September 1999. Alamatnya Jl. Lebak Arum 6/75 Tambak Sari Surabaya. Kota asalnya adalah Surabaya. Ayahnya adalah seorang pendeta yang punya panti asuhan. Kezia suka nyanyi bersama anak panti asuhan.
Aura, nama lengkapnya Rifati Aurily. Lahir di Tenggarong, 7 Juli 1999. Alamatnya Jl. Terusan Wijaya Kusuma 20 Malang. Aura anaknya lucu. Sukanya fashion dan nyanyi. Oya, keluarganya punya grup band, lo!
Sarah Fadila, panggilannya Sarah. Lahir di Surabaya, 3 Mei 1996. Alamatnya di Ikan Mungsing VII No. 72 Surabaya. Selalu ranking 1 di sekolahnya. Suka juga buat film di hp-nya.
Syeila Ramasuha. Lahir di Surabaya, 19 Desember 1996. Usianya 12 tahun. Alamat sekarang di Jl. Kutiasri Indah Selatan 1/97 Surabaya. Bisa main rebana dan biola. Pernah menjuarai lomba menyanyi. Kerap disapa Syeila.
Ellen Eudia, panggilannya Ellen. Lahir di Manado, 30 Juli 1997. Usia 11 tahun. Suka menyanyi sejak umur 5 tahun. Ellen tinggal bersama adiknya di rumah tantenya yang punya sebuah panti asuhan. Ellen juga belajar gitar secara otodidak. Alamatnya Jl. Lebak Arum 6/No. 75 Surabaya.
Jeremy Malindo. Lahir di Manado, 16 Maret 1997. Alamat, Jl. Sarapung No. 24 Manado. Oya, Jeremy bisa main organ dan pianika. Sekarang usianya sekitar 11 tahun, sebaya Ellen.
Meisye Laurencia, kerap disapa Meisye. Lahir di Makassar, 24 Mei 1996. Sekarang tinggal di Jl. Andalas IR. 126 G/No. 1 Makassar. Suka membaca buku ilmiah dan suka kimia. Meisye belajar musik di sekolah musik Purwacaraka. Ia suka main drum dan sekarang lagi les drum.
Evriana Putri, lahirnya di Denpasar, 19 April 1996. Usianya 12 tahun. Alamat sekarang, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Bali. Suka sekali dengan dangdut. Pernah berduet dengan Inul dan Uut Permatasari. Oya, sejak umurnya 9 tahun, Putri lebih memilih pop.
Muh. Emil Ibrahim, lahir di Surabaya, 16 Mei 1997. Usianya sekarang 11 tahun. Alamat, Jl. Raya Selatan Gang Trijaya No. 7 Bali. Suka menyanyi sejak umur 3 tahun. Pernah ikut konser bersama Grace Simon.
Christophorus RO, lahir di Denpasar, 26 September 1999. Senang berbahasa Inggris dan ikut lomba cerita bahasa Inggris. Anaknya aktif dan lucu. Alamatnya sekarang, Perum Nuansa Sandat, Kav. A3 Denpasar Timur. Nama panggilannya Christo.
Monika Manuela, lahir di Dili 24 Desember 1996. Alamatnya sekarang di Jl. Bilawaiya RT 008 RW 002 Panakukang Makassar. Papanya meninggal saat Monika berumur 3 tahun. Kini ia tinggal bersama nenek, mama, dan tante.
Saskia Basith. Alamat, Jl. Pelabuhan 2 km. 7 No. 323 Lembursitu Sukabumi. Keahliannya adalah bisa bermain piano. Lahir di Bandung, 6 Mei 1997.
Andryos Aryanto atau Debo, lahir di Sukabumi, 31 Januari 1997. Dia adalah anak tunggal. Ibunya seorang TKW dan sampai sekarang belum juga pulang. Ia tinggal bersama neneknya. Alamatnya, Jl. Raya Lengkong Kp. Tegal Lega Sukabumi.
Bastian Bintang S., lahir di Bandung, 21 September 1999. Usianya 10 tahun. Alamat, Jl. Samoja Dalam No. 33/121 Bandung. Sering ikut fashion show. Ia bisa main piano.
Tamara Aisyah atau Tasya. Lahir di Bandung, 7 Juni 1997. Alamat di Jl. Eceng No. 45 Bandung. Ingin membahagiakan orangtuanya dengan menyanyi. Umurnya sekitar 11 tahun.
Regina Bunga Audristy atau Regina. Lahir di Bandung, 31 Mei 2001. Merupakan peserta termuda di babak penyisihan. Alamat di Komp. Baros Indah No. 56 Cimahi Jawa Barat. Hobinya menggambar. Anaknya berperasaan dan suka menolong.
Patton Otlivio Latuperissa, lahir di Makassar, 29 Oktober 1998. Alamatnya, Jl. Ragunan Kompleks GOR Jaya Raya Blok A3 Jakarta. Bisa menyanyi lagu Turki makanya dia mendapat beasiswa di sekolah Indonesia-Turki.
Abner, nama lengkap Abner Mekry Korompis. Lahir di Modomang, 30 Mei 1996. Beralamat di Modomang Kecamatan Dumoga RT 03 Manado. Suka menyanyi di pesta-pesta agar bisa mendapat biaya untuk audisi. Dan membantu ayahnya yang seorang petani.
Mega Avolia, lahir di Jakarta, 26 Mei 1997. Mega ingin menjadi hebat. Sekarang dia tinggal di alamat Jl. Kebagusan Besar II Jakarta. Usianya sekarang adalah 11 tahun. Asal kota Jakarta.
Kelvin Joshua. Lahir di Mojokerto, 7 Juni 1998. Usia 10 tahun. Alamat, Perum Boulevard Hijau Blok D3 No. 6 Harapan Indah Jakarta. Pernah ikut audisi di Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Akhirnya lolos di Jakarta.
Esra Bella, lahir di Jakarta, 8 Januari 1996. Usianya 12 tahun. Papanya meninggal pada saat Bella kelas 3 SD. Alamatnya sekarang, Bintara III Gang Nangka Bekasi. Bella suka membantu ibunya berjualan di pasar.
Adelia Artamevia. Anak yang lahir di Tangerang, 14 Agustus 1999 ini sudah mulai menyanyi sejak umurnya 3 tahun. Alamat sekarang, Jl. Kano 123 No. 15 Perum Kelapa Dua Tangerang. Ayahnya seorang supir taksi.
Annisa Irawati, lahir di Jakarta, 30 September 1997. Anak yang tinggal di Jl. Cempaka Putih Barat 18 No. 6 Jakarta ini bisa main keyboard. Umurnya padahal baru 11 tahun.
Gita Dwi Charni, lahir di Palembang, 11 Juni 1996. Anak ini bisa berakting dan pantomim. Usianya baru 12 tahun. Alamat, Jl. Garuda Jaya No. 412 Talang Betutu Palembang. Sering dipanggil Gita.
Shellyna Salsabila. Anak yang lahir di Palembang, 4 Oktober 1999 ini bisa menyanyi keroncong. Suka menari balet dan baca puisi. Alamat, Jl. Demang Lebar Daun No. 50 Lr. Amal 2. Usianya baru 9 tahun.
Muh. Rizky Anandita, lahir di Banjarbaru, 9 Juli 1996. Bisa main gitar dan drum. Umurnya baru 12 tahun. Sekarang Rizky tinggal di RT 003 RW 02 SEI Besar Banjarbaru Banjarmasin.
Kharisma Aprilia, panggilannya Risma. Lahir di Banjarmasin, 8 April 1998. Anak yang centil ini sudah biasa menjadi peragawati dan presenter cilik, lo! Bisa nyanyi dangdut lagi. Alamatnya di Jl. Raya Bima No. 4 Perumnas Banjarmasin 70248.
Terakhir, Via, bernama lengkap Amevia Adhilla Putri. Lahir di Sleman, 7 Mei 2000. Pernah juara lagu nasyid. Alamatnya di Kelajuran km. 8 RT 03 RW 07 Sidoarjo Yogyakarta. Via punya kelompok dance. Dan bisa nyanyi lagu Jawa, nari Jawa, dan sering ikut fashion show.

Tips merawat wajah secara alami...! (bwdth cwe")

PENAMPILAN kita bisa terganggu gara-gara open pores alias pori-pori kulit wajah yang terlalu besar. Sadarkah Anda terbukanya pori-pori itu terjadi akibat kelalaian. Pemakaian kosmetik sepanjang hari tanpa pembersihan yang seksama menjelang tidur adalah penyebabnya. Makanya jangan lupa memberikan kesempatan pada kulit wajah Anda untuk bernapas bebas dan menjalani relaksasi yang cukup. Untuk menutup pori-pori yang terbuka, buatlah ramuan berikut.
Campurlah air dengan vinegar (cuka) dengan perbandingan yang sama. Oleskan pada bagian yang perlu, lalu cucilah setelah empat menit berselang.
Wajah yang tidak bersih memungkinkan debu dan kotoran masuk ke dalam pori-pori. Setelah beberapa waktu menetap di dalam pori-pori, kotoran itu akan berubah menjadi komedo yang juga dikenal dengan sebutan black head.
Untuk mencegah terbentuknya jerawat dan komedo, bersihkan wajah dengan mencucinya secara teratur. Cucilah wajah dengan sabun pembersih dan bilas dengan air. Setelah itu, untuk menyempurnakan pembersihan, lanjutkan dengan memakai krem pembersih wajah. Lakukan saat Anda tiba di rumah dan sebelum tidur.

Tips Tampil Cantik Untuk Remaja


POND’S Beauty Class Back



Di usia remaja penampilan bagi mereka adalah hal yang sangat penting. Baginya tampil cantik dan menarik ternyata secara signifikan mampu meningkatkan rasa percaya diri untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dan membuka lebih banyak kesempatan di masa depan.Pernyataan diatas adalah merupakan hasil survey salah satu brand ternama POND’S terhadap remaja-remaja putri di empat kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Medan. Hal inilah yang mendasari POND’S untuk kembali meluncurkan ajang POND’S Beauty Class.“ Menyadari pentingnya penampilan yang cantik dan menarik bagi para remaja di Indonesia, kini POND’S Beauty Class hadir sebagai jawaban bagi para remaja putri untuk melengkapi pengetahuan mereka. POND’S Beauty Class menghadirkan kelas-kelas kecantikan dimana “kurikulum” materi disusun dengan penasehat para POND’S Brand Councils, sebagai pakar kecantikan yang ahli dibidangnya yaitu Ratih Ibrahim, Adi Adrian dan Chitra Subijakto” ujar Desy Khoirunnisa, Brand Manager POND’S.POND’S Beauty Class selain menjadi solusi bagi para remaja juga membekali para remaja putri dengan pengetahuan dasar perawatan kecantikan sejak dini baik kecantikan dalam maupun luar dan juga pengembangan kepribadian. “Kecantikan sempurna bisa diraih saat remaja memiliki kombinasi yang baik antara luar dalam, yang biasa disebut dengan dengan inner dan outer beauty. Kecantikan luar dan dalam saling berkaitan dan melengkapi satu sama lain. Saat seseorang berpenampilan cantik, maka inner beauty orang tersebut akan terpancar, dan berpengaruh terhadap pembentukan first impression yang baik dihadapan orang lain. Dengan memilki penampilan cantik, remaja Indonesia akan terlihat lebih berkilau dan bisa tampil menonjol diantara yang lain,” ujar Ratih Ibrahim.POND’S Beauty Class terdiri dari dua aktivitas termasuk School Roadshow dan Mall Roadshow. School Roadshow akan berbagi pengetahuan mengenai perawatan kulit dasar untuk remaja, Mall Roadshow akan memberikan pengetahuan perawatan kecantikan lengkap melalui Full Make Over Class dan Personality Class. Program ini akan hadir di lima kota di Indonesia, di mulai dari Surabaya pada tanggal 31 Agustus 2008 mendatang, dilanjutkan di kota Yogyakarta, Bandung, Medan, dan diakhiri di Jakarta. Tidak ketinggalan hadir pula Bunga Citra Lestari yang akan berbagi pengalaman mengenai pentingnya merawat diri dan mengembangkan kepribadian.“Saya sangat mendukung POND’S Beauty Class, karena dapat menambah pengetahuan remaja mengenai pentingnya tampil percaya diri dan remaja juga bisa memperoleh tips-tips untuk tampil cantik dan menarik. Sejak remaja saya selalu merawat kecantikan dengan belajar sendiri, namun sekarang dengan adanya POND’S Beauty Class remaja bisa belajar mengenai langkah awal merawat kecantikan dari sumber professional yang terpecaya dan membuka kesempatan untuk mencoba hal-hal baru yang belum pernah saya lakukan sebelumnya.” ujar Bunga Citra Lestari, Brand Ambassador POND’S.Dalam POND’S Beauty Class, akan diselenggrakan juga POND’S Most Talented Girl Competition, dimana para remaja akan diberikan bekal untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam diri masing-masing.

About me...

CIANJUR, JAWA BARAT, Indonesia
Hulla... Akhoh Jelita dri Cianjur anagh SPENSA... Clam knl...! hagz hagz hagz

Sankyou ...!!!